Mahasiswa UNNES Gelar Workshop KDMP untuk mendorong Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Karangwuni

Kegiatan Workshop Manajemen Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang digelar pada Rabu, 29 Oktober 2025, di Pendopo Balai Desa Karangwuni, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, menjadi momentum penting dalam menggerakkan semangat kemandirian ekonomi dan memperkuat kapasitas kelembagaan masyarakat desa. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) KKN Giat 13 Karangwuni dengan Pemerintah Desa Karangwuni, serta menghadirkan Ardyan Prajawan Mukti, staf dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (DISDAKOP) Kabupaten Sukoharjo, sebagai narasumber utama. Dalam kesempatan tersebut, Ardyan memberikan paparan yang komprehensif mengenai manajemen koperasi modern, prinsip-prinsip demokrasi ekonomi, serta strategi penguatan koperasi sebagai pilar pembangunan ekonomi desa yang berkeadilan dan berkelanjutan.


Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bapak Hartono, S.H., Kepala Desa Karangwuni, beserta seluruh perangkat desa, pengurus, dan anggota Koperasi Desa Merah Putih, yang secara aktif berpartisipasi dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Dalam sambutannya, Bapak Hartono menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada mahasiswa UNNES atas terselenggaranya kegiatan edukatif tersebut, sekaligus menegaskan bahwa koperasi merupakan wadah nyata bagi warga desa untuk meningkatkan taraf hidup melalui semangat kebersamaan dan gotong royong. Menurutnya, kehadiran KDMP adalah langkah maju dalam upaya menjadikan Karangwuni sebagai desa yang mandiri secara ekonomi dan sosial.


Dalam pemaparannya, Ardyan menjelaskan bahwa koperasi di Indonesia pada awalnya terbagi menjadi lima jenis utama, yakni koperasi produsen, koperasi konsumen, koperasi jasa, koperasi simpan pinjam, dan koperasi pemasaran. Seiring perkembangan ekonomi dan kebutuhan masyarakat, pemerintah kemudian memperkenalkan model baru berupa koperasi multi pihak serta Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), yang dibentuk berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Instruksi tersebut menjadi tonggak penting bagi percepatan pertumbuhan koperasi desa di seluruh Indonesia, yang berfungsi sebagai wadah pemberdayaan ekonomi rakyat dengan berlandaskan asas kekeluargaan dan gotong royong.


Koperasi Desa Merah Putih Karangwuni sendiri beranggotakan warga desa dari berbagai latar belakang profesi mulai dari petani, pelaku usaha mikro, pengrajin, hingga pedagang kecil yang bersama-sama membangun usaha di bidang simpan pinjam, perdagangan, pertanian, dan jasa. Melalui koperasi ini, masyarakat tidak hanya memperoleh akses terhadap modal dan layanan ekonomi, tetapi juga kesempatan untuk belajar mengelola usaha secara kolektif dan transparan. Ardyan menekankan bahwa koperasi yang baik bukan hanya soal perputaran modal, melainkan juga penguatan karakter anggotanya dalam hal kejujuran, tanggung jawab, dan solidaritas sosial.


Kegiatan workshop berlangsung dengan suasana akrab dan penuh antusiasme. Mahasiswa UNNES berperan aktif dalam mengatur jalannya acara, membantu warga memahami materi, serta mendampingi peserta dalam sesi simulasi pengelolaan koperasi. Beberapa peserta bahkan mengajukan ide-ide baru mengenai pengembangan unit usaha desa, seperti pengelolaan hasil pertanian lokal dan pembentukan toko koperasi yang menjual produk UMKM Karangwuni. Diskusi yang dinamis ini mencerminkan semangat kolaboratif antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun ekonomi berbasis kearifan lokal.


Di akhir kegiatan, Ardyan Prajawan Mukti mengapresiasi partisipasi seluruh pihak yang terlibat, sembari menegaskan bahwa koperasi adalah bentuk nyata dari ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan. “Koperasi bukan sekadar lembaga simpan pinjam, tetapi ruang belajar bagi masyarakat untuk tumbuh bersama, saling mendukung, dan memperjuangkan kesejahteraan kolektif. Dengan semangat gotong royong, Desa Karangwuni bisa menjadi contoh bagaimana ekonomi desa dapat tumbuh dari kekuatan warganya sendiri,” ujarnya. Kegiatan ini kemudian ditutup dengan foto bersama seluruh peserta, perangkat desa, mahasiswa, dan narasumber, yang menggambarkan rasa kebersamaan dan optimisme dalam membangun masa depan ekonomi desa. Workshop ini tidak hanya memperkuat pemahaman tentang koperasi, tetapi juga meneguhkan komitmen seluruh warga Karangwuni bahwa kesejahteraan sejati lahir dari kolaborasi, kemandirian, dan semangat merah putih yang terus menyala dalam setiap langkah pembangunan desa.